Minggu, 02 Desember 2012

KonsultasiSyariah: Mengobati Tangan Sering Kesemutan

KonsultasiSyariah: Mengobati Tangan Sering Kesemutan


Mengobati Tangan Sering Kesemutan

Posted: 01 Dec 2012 02:13 PM PST

Tangan Sering Kesemutan

Pertanyaan:

Ayah saya berumur 50 tahun, seorang guru, keluhan: Tangan kiri sering kesemutan, sejak 2 minggu lalu. Obat yang sudah diminum: Ranitidin dan asamxxxxxx (lupa).

Itu gejala apa ya? Apa yang menyebabkan masalah ini? Bagaimana menyembuhkanya?

Dari: Yuzky

Jawaban:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Kesemutan atau paresthesia pada dasarnya terjadi akibat kurangnya pasokan darah ke serabut saraf yang mempersarafi daerah yang kesemutan tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, semisal terjepitnya saraf daerah tersebut, penggunaan menekuk-meluruskan yang terus berulang pada lengan dan tangan, neuropati pada diabetes, penyakit jantung tertentu yang mengurangi pasokan darah ke daerah tangan, dan sebagainya.

Keluhan kesemutan belumlah spesifik, masih banyak yang perlu digali untuk menentukan penyebab terjadinya kesemutan, semisal daerah spesifik yang mengalami kesemutan (misal: telapak tangan, jari-jari, permukaan tangan bagian bawah), waktu timbulnya, disertai rasa nyeri atau terbakar atau rasa tidak nyaman lainnya atau tidak, ada tidaknya penyakit lain seperti diabetes dan penyakit jantung, riwayat merokok dan konsumsi zat berbahaya lainnya, riwayat trauma sebelumnya, dan banyak lagi. Begitu juga ada tidaknya benjolan atau bagian tangan yang tampak membengkak atau berbeda dari biasanya, panas, kemerahan, pucat, otot melemah, dsb. Faktor makanan dan kebiasaan harian seperti kebiasaan saat mengajar dan menulis serta berapa jam digunakan turut pula berpengaruh.

Karena riwayat keluhan yang tidak spesifik dan riwayat penyakit yang belum lengkap, kami mohon maaf tidak dapat memberikan jawaban yang Saudara/i harapkan. Saran kami adalah berkonsultasi dengan dokter ahli saraf, untuk mengetahui diagnosis yang lebih tepat dan pengobatan yang sesuai.

Semoga ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Pembagian Waris Ketika Salah Satu Ahli Waris Meninggal

Posted: 01 Dec 2012 01:40 AM PST

Pembagian Waris Ketika Salah Satu Ahli Waris Meninggal

Pertanyaan:

Mohon maaf pak ustad, kami sampaikan lagi menyusuli atas pertanyaan kami (yang lalu) antara lain:

Ayah dan ibu saya sudah tiada (meninggal dunia), mempunyai anak 4 (empat) orang (3 laki-laki 1 perempuan). Kedua orang tua saya mempunyai peninggalan sebuah rumah beserta tanahnya yang nilainya 50 Juta. Rumah tersebut akan saya beli, kemudian hasil penjualan ini bagaimana cara perhitungan pembagian warisnya?

Perlu diketahui bahwa:
Anak pertama perempuan masih hidup, status janda tanpa anak.
Anak kedua laki-laki masih hidup mempunyai istri dan 2 anak (1 laki-laki dan 1 perempuan).
Anak ketiga adalah saya sendiri (laki-laki) memupnyai istri dan 3 anak (2 laki-laki dan 1 perempuan).
Anak keempat (laki-laki) sudah meninggal mempunyai istri tanpa anak (namun ada 1 anak pungut/angkat  perempuan).

Penjelasan lain bahwa ayah saya meninggal tahun 1956, ibu saya meninggal tahun 1993, sedangkan anak keempat (adik laki-laki) saya meninggal tahun 2005.

Perlu Pak Ustad ketahui, bahwa rumah  tersebut ditempati oleh kakak kandung saya yang pertama (perempuan). Namun hal ini nantinya juga tetap saya minta kakak saya tempati, karena beliau hanya seorang diri, sedangkan dana pembagian bisa untuk hari tuanya karena tidak mempunyai penghasilan apapun selain masih (bantuan) dari saya.

Dengan demikian, kami atas nama keluarga mohon petunjuknya bagaimana cara pembagiannya?
Serta surat apa yang saya siapkan untuk pengurusan administrasinya supaya dikemudian hari tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.  Untuk itu kami mengucapkan terima kasih.

Dari: Djodi Gsisby

Jawaban:
Bismillah
Dalam hal ini berlaku hukum munasakhat

Pembagian Sebelum Anak Keempat Meninggal
Yang berhak mendapat warisan: Semua anak, baik lelaki maupun perempuan (3 anak laki dan 1 perempuan). Untuk anak lelaki mendapat jatah dua kali anak perempuan.

Caranya: MISAL rumah dihargai 350 juta. (biar mudah)
Dari total warisan ini dibagi 7 = Rp 350 juta/7 = 50 juta. (selanjutnya ini dianggap satu jatah)

  • Masing-masing anak laki-laki, mendapat: 2 x Rp 50 juta = 100 juta
  • Anak perempuan, mendapat: 1 x Rp 50 juta = 50 juta

Ketika Anak Keempat Meninggal
Anak keempat tadi mendapat jatah 100 juta. Ketika dia meninggal, maka istrinya mendapat jatah 1/4 dari total wariasannya, termasuk jatah warisan yang seharusnya dia dapatkan dari ayahnya. Istrinya mendapatkan 1/4, karena tidak punya anak. Sedangkan anak angkat tidak mendapatkan apapun.

Berarti perhitungannya:
Rp 100 juta/4 = 25 juta –> ini menjadi jatah istri
Sisanya: 75 juta menjadi hak saudara, saudara laki-laki dapat 2 kali jatah saudara perempuan.

Ketika anak keempat ini meninggal, jumlah saudara tinggal 3 orang: 2 laki-laki dan 1 perempuan. Sehingga perhitungannya,
Rp 75 juta (sisa warisan) dibagi 5: Rp 75 juta/5 = 15 juta.

  • Masing-masing saudara laki-laki dapat 15 juta x 2 = 30 juta
  • Saudara perempuan dapat = 15 juta

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar