Rabu, 04 April 2012

KonsultasiSyariah: Doa Bercermin

KonsultasiSyariah: Doa Bercermin


Doa Bercermin

Posted: 03 Apr 2012 04:46 PM PDT

Doa Bercermin Shahih

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Apakah ada doa khusus bercermin?

Dari: Yudy

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah

Terdapat doa yang sangat terkenal:

اللهم كما حسّنت خَلقي فحسّن خُلقي

"Ya Allah, sebagaimana Engkau memperbagus badanku maka perbaguslah akhlakku."

Terkait doa ini, Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan,

قد صحّ عنه أنه صلى الله عليه وسلم كان يدعو بهذا الدعاء ولكن لم يثبت عنه تقييده بالنظر في المرآة . وسُئل عنه ابن رشد فأنكر على من استنكر الدعاء به لعموم أحاديث طلب الدعاء .

"Terdapat riwayat yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ini. Hanya saja tidak dijumpai keterangan bahwa beliau membaca doa itu ketika melihat cermin. Ibnu Rusyd ditanya tentang doa ini, kemudian beliau mengingkari orang yang melarang doa ini, mengingat keumuman hadis yang memerintahkan untuk berdoa."
Fawaid fi Al-Alfadz, Syaikh Bakr Abu Zaid, Hal. 13

Dijawan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

tags: Bercermin, adab bercermin, doa bercermin.

Suami Melarang Istri Memakai Jilbab yang Syar’i

Posted: 02 Apr 2012 11:33 PM PDT

Suami Melarang Istri Memakai Jilbab yang Syar’i

Pertanyaan:
Ada seorang laki-laki yang telah menikah dan mempunyai anak, yang mana istrinya ingin mengenakan pakaian syar'i tapi ia malah menentangnya. Apa nasihat Syaikh untuknya? Semoga Allah memberkahi Syaikh

Jawaban:
Kami nasihatkan kepadanya agar bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kemudahan tersebut, yaitu isteri yang ingin melaksanakan perintah Allah berupa pakaian syar'i yang menutup seluruh badannya demi keselamatannya dari berbagai fitnah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan para hamba-Nya yang beriman untuk memelihara diri dan keluarga mereka dari ancara api nereka, sebagaimana telah disebutkan dalam firmanNya,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)

Sementara itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun telah memikulkan tanggung jawab keluarga di pundak laki-laki, sebagaimana sabdanya,

"Dan laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan diminta pertanggungan jawab terhadap yang dipimpinnya."

Sungguh tidak pantas seorang laki-laki memaksa isterinya untuk meninggalkan pakaian syar'i dan menyuruhnya mengenakan pakaian yang haram yang bisa menyebabkan timbulnya fitnah terhadap dirinya atau dari dirinya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah terhadap dirinya dan keluarga dan hendaklah dia memuji Allah atas nikmat-Nya yang telah menganugerahinya wanita shalihah itu.

Bagi sang istri, sama sekali tidak boleh mematuhinya dengan bermaksiat terhadap Allah, karena tidak boleh menaati makhluk dengan berbuat maksiat terhadap Khaliq.

Nur ala ad-Darb, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, hal. 80.

Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, Darul Haq Cetakan VI 2010

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar