Kamis, 18 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Doa Pengaman Tidur

KonsultasiSyariah: Doa Pengaman Tidur


Doa Pengaman Tidur

Posted: 17 Dec 2014 06:08 PM PST

Agar Tidak Diganggu Setan Waktu Tidur

Mohon tanya ustad, Bagaimana agar tidur kita tidak diganggu setan?
Trima kasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba’du,

Sekuat apapun manusia, dia menjadi sangat lemah ketika tidur. Orang yang tidur lelap, bisa menjadi sasaran bagi makhluk jahat di sekitarnya. Jika dia bisa merasa aman dari gangguan manusia, tidak ada jaminan aman dari gangguan makhluk yang tidak nampak. Itulah jin yang jahat. Jika mereka tidak mengganggu anda di alam nyata, bisa jadi mereka akan mengganggu anda di alam mimpi.

Itulah kesempatan terbesar bagi setan untuk bertindak nakal, mengganggu manusia. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الرُّؤْيَا ثَلاَثٌ: حَدِيثُ النَّفْسِ، وَتَخْوِيفُ الشَّيْطَانِ، وَبُشْرَى مِنَ اللَّهِ

"Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah." (HR. Bukhari 7017, Turmudzi 2280 dan yang lainnya)

Jika gangguan dari luar, anda bisa meminta bantuan orang lain untuk mengusirnya. Tapi ini tidak berlaku ketika dalam mimpi. Anda tidak mungkin memanggil perawat atau istri anda untuk mengusir setan yang mengganggu anda dalam dunia mimpi.

Karena itulah, orang yang tidur tanpa berdzikir terlebih dahulu, akan menjadi penyesalan baginya.

Dalam Al-Adzkar, An-Nawawi membuat judul bab:

"Bab Makruh Tidur tanpa Berdzikir kepada Allah (sebelum tidur)" (Al-Adzkar, hlm. 95). Selanjutnya, An-Nawawi menyebutkan hadis berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ اضْطَجَعَ مَضْجَعاً لا يَذْكُرُ اللَّهَ تَعالى فِيهِ كانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ تَعالى تِرَةٌ

"Siapa yang tidur, sementara tidak berdzikir ketika hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah." (HR. Abu Daud 4856 dan dishahihkan Al-Albani).

Malaikat dan Setan Berebut Menemani Orang yang Hendak Tidur

Dalam hadist yang berasal dari Jabir bin Abdullah, dinyatakan:

إِذَا أَوَى الرَّجُلُ إِلَى فِرَاشِهِ أَتَاهُ مَلَكٌ وَشَيْطَانٌ، فَيَقُولُ الْمَلَكُ: اخْتِمْ بِخَيْرٍ، وَيَقُولُ الشَّيْطَانُ: اخْتِمْ بِشَرٍّ، فَإِنْ ذَكَرَ اللَّهَ، ثُمَّ نَامَ بَاتَتِ الْمَلَائِكَةُ تَكْلَؤُهُ

"Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan syetan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, "Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan", sedangkan syetan membisikan, "Akhiri (malam-mu) dengan keburukan". Apabila dia berdzikir menyebut nama Allah kemudian tidur, maka malaikat melindungi dia di malam itu." (HR. Ibnu Hibban 5533, Hakim dalam Al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Di saat anda tidur, anda sangat butuh pertolongan dan pengamanan dari Allah. Untuk mendapatkan jaminan keamanan ini, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita berbagai doa dan dzikir sebelum tidur. Anda bisa rutinkan doa ini, setiap kali anda hendak tidur:

Pertama, Ruqyah badan sebelum tidur

Bacaan ini telah disebutkan di pembahasan doa yang dibaca orang sakit. Namun, mengingat bacaan ini erat kaitannya dengan kegiatan tidur, maka di kesempatan ini perlu kita sebutkan ulang.

Yang dimaksud ruqyah itu adalah membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, sambil berbaring.

Hadis selengkapnya:

Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي المَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا

Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al-Mu'awidzat, lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (A'isyah) yang  meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah. (HR. Bukhari no. 5735)

Kedua, Tidur dengan Nama Allah

Bacalah ketika di pembaringan:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA

"Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup."

Keterangan:

Orang yang sedang tidur, sejatinya sedang Allah wafatkan. Allah berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

"Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan." (QS. Az-Zumar: 42)

Karena itulah, ketika hendak tidur, kita membaca : Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup. Maknanya, aku mati ketika tidur dan aku hidup ketika bangun.

Allahu a'lam.

Hadis selengkapnya:

Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ:  بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

"Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau membaca: Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.. (HR. Bukhari 6324)

Ketiga, Ayat Kursi

Baca ayat kursi sebelum tidur. Jika anda belum hafal, bisa buka surat Al-Baqarah ayat: 255. Bacaan ini sebelum tidur memiliki keutamaan yang besar.

Hadis selengkapnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau pernah ditugasi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjaga zakat ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah. "Akan aku laporkan kamu ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah tentang kejadian semalam. Setelah diberi laporan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia dusta, dia akan kembali lagi." Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. "Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu." Dia mengatakan:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ}، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

"Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi." (HR. Bukhari 2311)

Keempat, Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah, Sudah Mencukupi

Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, mulai: [آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ] sampai selesai. Tepatnya surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286. Dua ayat ini cukup bagi anda dari segala sesuatu.

Keterangan:

  1. Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, sarat dengan kandungan makna iman, islam, bergantung kepada Allah, memohon pertolongan-Nya, tawakkal kepada-Nya, diakhiri dengan permohonan ampunan dan rahmat.
  2. Makna "dua ayat ini cukup bagi pembacanya" : dua ayat ini akan menjaganya dari segala keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia bisa mudah melakukan tahajud.
[Keterangan Dr. Dib al-Bugha dalam Ta'liq Shahih Bukhari, 5/84]

Hadis selengkapnya:

Dari Abu Mas'ud Al-badri radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

"Dua ayat di akhir surat Al-Baqarah, siapa yang membacanya di suatu malam, itu sudah cukup baginya." (HR. Bukhari 4008 & Muslim 807)

Demikian, Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Bengkak Di Kepala Bayi Akibat Goresan Tangan Ibunya

Posted: 17 Dec 2014 02:13 AM PST

Bengkak Di Kepala Bayi

Assalamu’alaikum…

Dok ana mau bertanya, anak teman saya mengalami bengkak di kepalanya akibat terkena garisan kuku ibunya ketika waktu dimandikan,namun kepala bayinya tidak terluka. Usia bayi tersebut baru sebulan,dan bengkak yg di alami bayi tersebut tidak membuatnya merasa kesakitan,hanya saja sudah 2 minggu terakhir ini bengkaknya belum juga turun. teman saya sudah mengkonsultasikan hal tersebut dengan dokter dan kata dokter agar dia mengobati bengkak tersebut dengan alkohol 75%. bagaimana cara mengobatinya Dok,mohon bantuannya.

Jazakallahu khoiran.

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarokaatuh.

Bengkak pada kepala bayi seperti yang disebutkan kemungkinan merupakan suatu memar akibat pendarahan lokal. Kepala bayi masih lunak dan kaya akan pembuluh darah, sehingga cedera ringan saja dapat menyebabkan pendarahan ringan hingga berat. Pendarahan yang serius biasanya ditandai dengan keluhan anak rewel, lemas, malas menyusu. Pendarahan yang ringan tanpa luka terbuka biasanya hanya ditandai dengan memar sedangkan perilaku anak tetap seperti biasa, mungkin sedikit rewel namun mudah ditenangkan. Memar akibat pendarahan tersebut membutuhkan waktu cukup lama untuk mengempis, yakni ketika seluruh darah telah terserap kembali oleh tubuh. Bisa memakan waktu beberapa minggu. Pada masa penyembuhan ini, jika bayi tidak menunjukkan gejala pendarahan bertambah luas, atau perubahan perilaku seperti rewel dan malas menyusu, sebaiknya memar tidak perlu diberikan perlakuan apapun, namun tetap diperhatikan untuk memastikan memar tidak bertambah parah. Sebaliknya, jika muncul gejala seperti diatas, sebaiknya bayi segera diperiksakan ke dokter anak untuk mendapat kan perawatan lanjutan.

Dijawab oleh dr. Hafids (Pengasuh rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Rabu, 17 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Asal Usul Pocong (Tinjauan Syariah)

KonsultasiSyariah: Asal Usul Pocong (Tinjauan Syariah)


Asal Usul Pocong (Tinjauan Syariah)

Posted: 16 Dec 2014 06:45 PM PST

Pocong

Benarkah asal usul hantu pocong itu dari orang yang meninggal dunia dan sewaktu dimakamkan tali kain kafan mereka tidak dilepas, sehingga arwah si mayat beterbangan tidak tenteram untuk meminta tolong dibukakan tali kafannya.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Banyak diantara aqidah dan keyakinan yang tersebar di masyarakat kita, yang bersumber dari mitos dan tahayul. Sama sekali tidak didukung dengan dalil, baik al-Quran, hadis, maupun keterangan sahabat.

Diantaranya fenomena tentang pocong. Sebagian masyarakat meyakini, pocong adalah jelmaan dari mayit yang kain kafannya lupa tidak dibuka ketika dimakamkan. Karena tidak dibuka, dia gentayangan dan mendatangi rumahnya atau masyarakat lainnya.

Ada beberapa sisi negatif dari keyakinan ini,

Pertama, keyakinan mayit kembali ke rumah setelah dimakamkan

Ini termasuk keyakinan jahiliyah, yang telah diingkari oleh Allah dalam al-Quran. Allah berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku bisa berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang dia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun: 99 – 100)

Allah mengabarkan bagaimana orang kafir menyesali hidupnya. Mereka berharap agar dikembalikan ke dunia di detik-detik menghadapi kematian. Sehingga mereka mendapat tambahan usia untuk memperbaiki dirinya. Namun itu hanya ucapan lisan, yang sama sekali tidak bermanfaat baginya. Kemudian Allah menyatakan bahwa setelah mereka mati akan ada barzakh, dinding pemisah antara dirinya dengan kehidupan dunia. Mereka yang sudah memasuki barzakh, tidak akan lagi bisa keluar darinya. (Tafsir As-Sa'di, hlm. 559).

Kedua, keyakinan bahwa ruh mayit masih di dunia

Keyakinan ini bertentangan dengan aqidah islam bahwa orang yang menigga ruhnya berada di alam barzakh.

Pada surat Al-Mukminun di atas, Allah telah menegaskan bahwa ada barzakh (dinding pemisah) antara orang yang telah meninggal dan kehidupan dunia. Dan itu terjadi sejak mereka meninggal dunia. Selanjutnya masing-masing sudah sibuk dengan balasan yang Allah berikan kepada mereka. Ruh orang baik, berada di tempat yang baik, sebaliknya, ruh orang jelek berada di tempat yang jelek.

Dalam sebuah riwayat, seorang tabiin bernama Masruq pernah bertanya kepada sahabat Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, tentang tafsir firman Allah,

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS. Ali Imran: 169)

Ibnu Mas'ud menjawab, "Saya pernah tanyakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau menjawab,

أرواحهم في جوف طير خضر لها قناديل معلقة بالعرش تسرح من الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى تلك القناديل فاطلع إليهم ربهم اطلاعة ، فقال : هل تشتهون شيئا ؟ قالوا : أي شيء نشتهي ونحن نسرح من الجنة حيث شئنا . ففعل ذلك بهم ثلاث مرات ، فلما رأوا أنهم لن يُترَكوا من أن يَسألوا قالوا : يا رب نريد أن ترد أرواحنا في أجسادنا حتى نقتل في سبيلك مرة أخرى ، فلما رأى أن ليس لهم حاجة تُركوا

"Ruh-ruh mereka di perut burung hijau. Burung ini memiliki sarang yang tergantung di bawah 'Arsy. Mereka bisa terbang kemanapun di surga yang mereka inginkan. Kemudian mereka kembali ke sarangnya. Kemudian Allah memperhatikan mereka, dan berfirman: 'Apakah kalian menginginkan sesuatu?' Mereka menjawab: 'Apa lagi yang kami inginkan, sementara kami bisa terbang di surga ke manapun yang kami inginkan.' Namun Allah selalu menanyai mereka 3 kali. Sehingga ketika mereka merasa akan selalu ditanya, mereka meminta: 'Ya Allah, kami ingin Engkau mengembalikan ruh kami di jasad kami, sehingga kami bisa berperang di jalan-Mu untuk kedua kalinya.' Ketika Allah melihat mereka sudah tidak membutuhkan apapun lagi, mereka ditinggalkan." (HR. Muslim no. 1887)

Demikian pula ruh orang yang jahat. Mereka mendapat hukuman dari Allah sesuai dengan kemaksiatan yang mereka lakukan. Keterangan selengkapnya tentang ini, bisa anda simak di artikel: Tempat Roh Setelah Kematian

Hakekat Pocong

Barangkali ada yang berkomentar, banyak bukti orang yang melihat pocong, bahkan ada yang tertangkap kamera. Pocong betul-betul ada.

Baik. Tulisan di atas, sama sekali tidak mengingkari keberadaan pocong. Jika benar pengakuan orang yang pernah melihatnya, kita tidak menolaknya. Mengingkari hal ini sama halnya menolak realita. Namun maksud tulisan di atas adalah mengingkari keyakinan di masyarakat bahwa pocong merupakan jelmaan dari ruh orang meninggal, yang tali kafannya tidak dilepas ketika dimakamkan. Karena jelas ini keyakinan yang bertentangan dengan aqidah islam.

Karena itu, jika anda mengakui keberadaan pocong, yakini bahwa itu bukan jelmaan roh manusia yang meninggal.

Lalu siapa itu pocong?

Jawabannya jelmaan jin. Jin menjelma dengan rupa pocong. Karena  jin bisa menjelma menjadi makhluk yang lain, sehingga bisa terindra oleh manusia. Baik dengan dilihat, didengar, atau diraba. Sebagaimana kisah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,

Bahwa beliau pernah ditugasi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjaga zakat ramadhan. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah. "Akan aku laporkan kamu ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah tentang kejadian semalam. Setelah diberi laporan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia dusta, dia akan kembali lagi." Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. "Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu." Dia mengatakan:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ}، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

"Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi."

Di pagi harinya, kejadian ini dilaporkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian beliau bersabda: "Kali ini dia benar, meskipun aslinya dia pendusta." (HR. Bukhari 2311)

Yang ditangkap oleh Abu Hurairah waktu itu adalah jin yang menjelma menjadi bentuk lain. Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan,

"Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya. Firman Allah Ta'ala, 'Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,' khusus pada kondisi bentuknya yang asli sebagaimana dia diciptakan." (Fathul Bari, 4/489).

Sebagaimana jin bisa menjelma seperti anak kecil, jin juga bisa menjelma menjadi makhluk yang lain seperti yang diilustrasikan oleh manusia. Jin bisa berubah wujud wanita berambut panjang dengan wajah pucat, kemudian diistilahkan dengan kuntilanak, bisa juga berbentuk manusia dibalut kain mori putih, kemudian diistilahkan dengan pocong, atau model-model lainnya.

Tentu saja ini akan berbeda lagi dengan model klenik masyarakat di belahan daerah lainnya. Sebagian ada yang mengilustrasikan seperti vampire atau dracula, atau mayat hidup seperti zombi. Meskipun model-model hantu 'luar negeri' ini tidak dikenal di masyarakat kita, sebagaimana model kuntilanak juga tidak dikenal di masyarakat cina.

Apapun itu, yang jelas semua itu bukan bentuk asli mereka, tapi perubahan wujud mereka yang 'dilaporkan' pernah terlihat oleh manusia. Sementara berbagai istilah yang beredar, tuyul, kuntilanak, pocong, vampire, drakula, dst. semuanya murni penamaan dari manusia.

Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Donasi Korban Bencana Banjarnegara

Posted: 16 Dec 2014 05:43 PM PST

Donasi Korban Bencana Banjarnegara

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Musibah yang menimpa sebagian masyarakat Banjarnegara, merupakan musibah kita semua. Karena kita dan mereka yang muslim adalah saudara.

Allah berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara." (QS. al-Hujurat: 10)

Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan agar kita berusaha memberikan yang terbaik bagi saudara sesama mukmin,

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

"Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Meurut informasi yang kami dapatkan, bahwa kaum nasrani telah bergerak di penampungan para pengungsi. Kita tidak berharap mereka akan menjadi korban pemurtadan selanjutnya.

Lahan Kristenisasi

Karena itu, kami membuka kesempatan bagi para pembaca untuk menyalurkan donasi bagi korban bencana banjar. Donasi akan kami salurkan malalui tim relawan gabungan kampung santri dan peduli muslim.

Donasi untuk Korban Musibah Banjarnegara dapat anda salurkan melalui,

Bank Central Asia 8610197257 a.n. Hendri Syahrial, SE

Bank Rakyat Indonesia 023601003260531 a.n. Fajar Septiadi

Insya Allah, donasi akan digunakan untuk pengadaan makanan, obat-obatan, kebutuhan relawan evakuasi, dan penyebaran dakwah di masyarakat.

Konfirmasi terkait donasi Banjarnegara melalui email finance@yufid.org atau via SMS ke 0878 82 888 727

(Banjar # Nama # Daerah Asal # Jumlah Donasi # Bank # Tanggal)

Contoh: Banjar#Muhammad#Bekasi#1.000.000#BRI#21/12/2014

Semoga sumbangan yang anda salurkan menjadi amal soleh yang bisa dipetik hasilnya pada hari kiamat dan Allah ganti dengan yang lebih baik. Amin…

LAPORAN DONASI MUSIBAH LONGSONG BANJARNEGARA

Selasa, 16 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Toleransi Salah Kaprah: Fenomena Topi Natal

KonsultasiSyariah: Toleransi Salah Kaprah: Fenomena Topi Natal


Toleransi Salah Kaprah: Fenomena Topi Natal

Posted: 15 Dec 2014 12:58 AM PST

Toleransi Salah Kaprah: Fenomena Topi Natal

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Musim natal, orang mulai berhamburan berhias lambang nasrani. Tidak hanya mereka yang beragama nasrani, termasuk orang-orang islam yang kurang perhatian dengan agama, turut menyandang atribut agama pastur itu. Umumnya berasalan, toleransi antar umat beragama.

Kita tidak tahu, apakah ini makna tolerasi yang diajarkan di dunia pendidikan di tempat kita, atau karena keberhasilan konspirasi non muslim terhadap umat islam. Yang jelas, kondisi semacam ini menandakan betapa kaum muslimin telah berubah menjadi umat tanpa jati diri. Sampai atribut agama lainpun dia banggakan.

Barangkali inilah kejadian yang telah diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang  kondisi umat islam di akhir zaman. Mereka menjadi manusia yang labil dan mudah membeo umat lain.

Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

Sungguh kalian (umat islam) akan mengikuti kaum sebelum kalian, sama persis seperti jengkal kanan dengan jengkal kiri atau seperti hasta kanan dengan hasta kiri. Hingga andai mereka masuk ke lubang biawak gurun, kalianpun akan mengikuti mereka.

Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, apakah yang anda maksud orang yahudi dan nasranni?'

Jawab beliau, "Siapa lagi (kalau bukan mereka)."

(HR. Bukhari 7320 & Muslim 6952).

Makna Toleransi

Saya kira, semua yang pernah belajar pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) memahami bahwa makna tolerasi bukanlah mengikuti ajaran agama lain. Bukan pula memasang atribut agama lain, yang bukan agamanya. Karena kita semua paham, memasang atribut agama lain, tak ubahnya membanggakan simbol agama itu, dan itu bagian dari bentuk turut serta terhadap peribadatan agama lain.

Dalam KBBI, sikap toleran diterjemahkan sebagai sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri.

Kita memberikan toleransi agama lain, berarti kita membiarkan penganut agama lain untuk menjalankan aktivitas agama mereka.

Perez (2003), dalam bukunya How the Idea of Religious Toleration Came to the West memberi batas toleransi sebagai sikap menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda.

Baik, kita tidak akan memperpanjang kajian masalah definisi. Kita sudah menemukan inti makna toleransi, yaitu membiarkan, menghormati dan tidak mengganggu penganut agama lain.

Jika kita memahami ini, kita bisa memahami, sebenarnya siapakah penganut agama yang paling toleran di Indonesia?.

Di bali, muslimah dilarang berjilbab. Lembaga keuangan syariah digugat keberadaannya. Karyawan muslim, kurang mendapatkan kebebasan dalam beribadah. Inikah sikap toleran??

Di kupang, NTT, keberadaan masjid digugat. Untuk mendirikan masjid baru, prosedurnya sangat dipersulit.

Di daerah muslim minoritas, orang islam sering mejadi 'korban' penganut agama lain. Inikah tolerasi?

Mereka memaksa kaum muslimin untuk toleransi, di saat yang sama, mereka meluapkan sikap sentimen terhadap islam.

Mereka mengajak kita untuk mengenakan topi sinterklaus, pasang pohon natal, bagi-bagi ucapan selamat natal, sementara di saat yang sama, mereka mengajak kita melepaskan atribut islam.

Bahaya Tasyabbuh

Andai tidak ada konsekuensi buruk terhadap perbuatan semacam ini, mungkin masalahnya lebih ringan. Namun kenyataannya tidak demikian, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman bagi orang yang tasyabuh (meniru) tradisi agama lain. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

"Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut." (HR. Abu Daud 4033 dan dishahihkan al-Albani).

Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma juga mengingatkan,

من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة

"Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat." (HR. Baihaqi dengan sanad Jayid).

Atribut Natal, Itu Doktrin Agama

Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Termasuk semua simbol dan atribut yang digunakan untuk memeriahkannya.

Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,

قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر

"Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha." (HR. Ahmad 13164, Nasa'i 1567, dan dihahihkan Syuaib al-Arnauth).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.

Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.

Allahu a'lam.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Senin, 15 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Sekelumit tentang Kanker Serviks

KonsultasiSyariah: Sekelumit tentang Kanker Serviks


Sekelumit tentang Kanker Serviks

Posted: 14 Dec 2014 06:49 PM PST

Kanker Serviks

Kanker serviks atau leher rahim merupakan jenis kanker tersering ketiga yang ditemukan pada wanita di seluruh dunia, dan masih menempati peringkat pertama penyebab kematian terkait kanker pada wanita di negara-negara berkembang. Deteksi dini merupakan salah satu kunci utama penanganan penyakit ini.

Penyebab

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), khususnya strain tertentu, seperti HPV 16 dan 18. Namun tidak semua infeksi HPV dapat berkembang menjadi kanker. Terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi proses infeksi HPV menjadi kanker, antara lain:

  • Jenis dan durasi infeksi virus. Jenis HPV risiko tinggi (seperti tipe 16 dan 18) dan infeksi persisten berisiko tinggi menyebabkan timbulnya kanker di kemudian hari.
  • Kondisi sistem imun penderita yang melemah (misalnya pada orang dengan status gizi buruk, penderita infeksi HIV atau penyakit kronis lainnya).
  • Faktor lingkungan (merokok, kekurangan vitamin)
  • Kurangnya akses ke fasilitas screening (uji tapis) sitologi rutin

Berhubungan seks di usia sangat muda, berganti-ganti pasangan atau memiliki pasangan yang sering berhubungan seksual dengan orang lain, riwayat mengidap penyakit menular seksual, seluruhnya meningkatkan risiko seseorang mengidap infeksi HPV risiko tinggi yang pada gilirannya meningkatkan risikonya terkena kanker serviks.

Gejala

Tanda awal kanker serviks paling sering ditemui saat pemeriksaan sitologi rutin atau pap smear, tanpa adanya keluhan fisik yang nyata. Gejala lainnya biasanya muncul pada tahap yang lebih lanjut, yakni:

  • Pendarahan per vaginal yang abnormal, biasanya berupa keluarnya darah setelah berhubungan seksual (postcoital bleeding)
  • Rasa tidak nyama di daerah vagina
  • “Keputihan” berbau tidak enak
  • Rasa nyeri saat berkemih

Pada tahap lebih lanjut, saat kanker telah menyebar keluar serviks, kanker dapat menyebabkan timbulnya keluhan konstipasi, darah pada urin, fistula, dan penyumbatan saluran kemih.

Diagnosis

Deteksi paling dini dari kanker serviks adalah melalui pap smear. Pap smear adalah tindakan pengambilan sampel sel-sel serviks dengan menggunakan alat tertentu, untuk kemudian diperiksa menggunakan mikroskop. Dari pemeriksaan ini, bisa dilihat apakah sel-sel serviks masih normal, mulai mengalami perubahan, atau telah menjadi sel abnormal.

Rekomendasi uji tapis untuk kelompok usia spesifik adalah sebagai berikut:

  • < 21 tahun: Tidak direkomendasikan tes apapun – 21-29 tahun: Pap smear setiap 3 tahun sekali – 30-65 tahun: Cek HPV dan pap smear bersamaan setiap 5 tahun sekali (diutamakan), atau pap smear saja setiap 3 tahun – > 65 tahun: Tidak direkomendasikan tes apapun jika hasil tes sebelumnya negatif, dan tidak ada risiko tinggi.

Pencegahan

Pencegahan pada kanker serviks dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Pencegahan tahap awal adalah mencegah infeksi HPV. Pencegahan infeksi HPV dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV, menghindari hubungan seks sebelum menikah, setia pada pasangan setelah menikah – karena sebagian besar infeksi HPV ditularkan melalui hubungan seksual – dan deteksi dini. Pencegahan di tahap yang lebih lanjut, yakni pada mereka yang telah mengidap kanker stadium awal, bertujuan untuk mecegah perkembangan dan penyebaran kanker lebih lanjut, yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Ditulis oleh dr. Hafidz (Pembina rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Adakah Onani yang Dibolehkan?

Posted: 14 Dec 2014 06:16 PM PST

Onani yang Dibolehkan?

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Islam mengizinkan suami istri untuk melakukan usaha apapun dalam rangka mencari kepuasan di ranjang, selama tidak melanggar yang dilarang, seperti hubugan badan ketika haid dan hubungan melalui dubur.

Sepasang suami istri dibolehkan menikmati anggota badan pasangannya sepuas dirinya, sekalipun sampai menyebabkan orgasme. Jika ini dikatakan onani, maka ini adalah onani yang halal.

Diantara dalilnya,

Firman Allah,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ( ) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُون

"Orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa." (QS. Al-Mukminun: 5 – 7).

Kemudian, di ayat lain, Allah berfirman,

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu." (QS. al-Baqarah: 222).

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjelasakan interaksi yang boleh dilakukan antara suami istri ketika sedang haid,

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

"Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah." (HR. Muslim 302).

Ketika menjelaskan hadis ini, At-Thibi mengatakan,

إِنَّ الْمُرَادَ بِالنِّكَاحِ الْجِمَاعُ

"Makna kata 'nikah' dalam hadis ini adalah hubungan intim." (Aunul ma'bud, 1/302)

Dan inilah yang membedakan antara kaum muslimin dengan yahudi. Kaum muslimin dibolehkan untuk berinteraksi apapun dengan istrinya yang sedang haid, selain hubungan badan. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menceritakan terkait ayat di atas,

أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض…

Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian Allah menurunkan ayat, yang artinya,

"Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah bahwa haid itu kotoran, karena itu hindari wanita di bagian tempat keluarnya darah haid…" (HR. Muslim 302).

Onani dengan Tubuh Istri, itu Yang Dihalalkan

Abu Yusuf menceritakan,

سألت أبا حنيفة عن الرجل يمس فرج امرأته أو تمس هي فرجه ليتحرك عليه هل ترى بذلك بأسا؟

Saya pernah bertanya kepada guruku Imam Abu Hanifah, tentang suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya agar bergerak (membangkitkan syahwat), apakah menurut Anda ini bermasalah?

Jawab Imam Abu Hanifah rahimahullah,

لا إني لأرجو أن يعظم الأجر

"Tidak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya." (Tabyin al-Haqaiq, 16/367).

Beliau memahami, usaha suami untuk membahagiakan istrinya atau upaya istri untuk membahagiakan suaminya, bukan usaha sia-sia, karena semua tercatat sebagai pahala.

Istri Dilarang Menolak

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

"Apabila suami mengajak istrinya untuk berhubungan, lalu istri menolak dan suami marah kepadanya maka dia dilaknat para malaikat sampai subuh." (HR. Bukhari 3237 dan Muslim 1436).

Berdasarkan hadis ini, ulama melarang keras para wanita yang menolak ajakan suaminya dalam batas yang dibolehkan syariat.

Imam Zakariya al-Anshari – seorang ulama madzhab Syafii – mengatakan,

ويحرم عليها أي على زوجته أو جاريته  منعه من استمتاع جائز بها تحريما مغلظا لمنعها حقه مع تضرر بدنه بذلك

Terlarang keras bagi istri untuk menolak ajakan suami untuk bercumbu dengannya dalam batas yang dibolehkan. Karena wanita ini menolak hak suami, sementara itu membahayakan badan suami. (Asnal Mathalib, 15/230)

Allahu a'lam.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Sabtu, 13 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Baca Dzikir ini, Agar Tidak Menyesal

KonsultasiSyariah: Baca Dzikir ini, Agar Tidak Menyesal


Baca Dzikir ini, Agar Tidak Menyesal

Posted: 12 Dec 2014 03:58 PM PST

Baca Dzikir ini, Agar Tidak Menyesal

Benarkah orang yang tidak berdzikir ketika duduk bersama kawannya, akan menjadi penyesalan baginya?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba’du,

Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

Siapa yang duduk bersama, dan di sana banyak bicara laghat, kemudian sebelum dia bubar, dia membaca doa,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Maka Allah akan mengampuni kesalahan yang dilakukannya di majlis itu. (HR. Ahmad 10415, Turmudzi 3433, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Keterangan:

Ada beberapa ketarangan ulama tentang makna, 'banyak bicara laghat'. Diantaranya,

  1. Bicara yang mengandung dosa
  2. Bicara yang sama sekali tidak manfaat
  3. Guyonan dan pembicaraan tidak penting

(Simak Mirqah al-Mafatih, 8/324).

Doa ini disebut sebagai doa Kaffaratul Majlis (penghapus dosa majlis) atau Khatimah Majlis (penutup majlis). Karena doa ini menjadi penghapus dosa bagi orang yang ikut duduk dalam majlis itu. Doa ini menjadi penghapus dosa, karena isinya pengakuan terhadap tauhid dan permohonan ampun kepada Allah.

Syaikhul Islam mengatakan,

وَهَذَا الذِّكْرُ يَتَضَمَّنُ التَّوْحِيدَ وَالِاسْتِغْفَارَ

Dzikir ini mengandung (pengakuan) tauhid dan istighfar. (al-Fatawa al-Kubro, 5/236).

Ibnu Rajab mengatakan,

كان النبي – صلى الله عليه وسلم – يختم مجالسه بكفارة المجلس ، وأمر أن تختم المجالس به، وأخبر أنه إن كان المجلس لغوا كانت كفارة له ، وروي ذلك عن جماعة من الصحابة

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri majlis beliau dengan doa kaffaratul majlis dan beliau perintahkan agar semua majlis diakhiri dengan doa itu. Beliau juag mengabarkan, bahwa jika majlis itu sia-sia maka doa ini menjadi kaffarah baginya. Doa ini juga diriwayatkan dari sekelompok sahabat. (Fathul Bari, 3/345).

Menjadi Penyesalan

Bagi mukmin, semua waktu itu berharga. Semua harus berorientasi manfaat. Ketika seorang mukmin melakukan tindakan sia-sia, tanpa diiringi dzikir, akan menjadi penyesalan baginya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ فِيهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ تِرَةٌ

Barangsiapa yang duduk dan tidak menyebut nama Allah maka akan menjadi penyesalan di hadapan Allah. (HR. Abu Daud 4856 dan dishahihkan al-Albani).

Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Alergi Udara

Posted: 11 Dec 2014 11:17 PM PST

Alergi Udara

Assallamualaikum…baru2 ini sy terkena alrgi udara gatal2 serta bentol ,padahal sebelumnya tdk pernah ada alergi,sy sdh kedokter dan di beri obat.obat sy minum dan ras gatal hilang tp setelah 2hr tdk minum obat atau setelah obat hbs gatal2 kambuh lg…bahkan sampe ke muka,apa yg hrs sy lakukan mohon nasehatnya…TERIMAKASIH…

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarokaatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Salah satu prinsip utama dalam alergi adalah berusaha sedapat mungkin menghindari paparan alergen. Jika memang terbukti bahwa alergi yang Saudara alami disebabkan oleh udara, bukan oleh makanan/obat atau minuman atau air atau berkontak dengan bahan tertentu (baju, parfum, kalung, dll), maka Saudara dapat mengusahakan menggunakan pakaian yang lebih tertutup untuk menghindari paparan udara tersebut, dan teruskan mengkonsumsi obat anti alergi yang diberikan dokter, dengan mengurangi dosisnya secara bertahap, sebatas yang mampu ditolerir tubuh (dosis berkurang namun tidak ada tanda alergi yang muncul).

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr Hafids (Pengasuh rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Jumat, 12 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Adakah Keutamaan Surat al-Jumuah?

KonsultasiSyariah: Adakah Keutamaan Surat al-Jumuah?


Adakah Keutamaan Surat al-Jumuah?

Posted: 11 Dec 2014 06:08 PM PST

Adakah Keutamaan Surat al-Jumuah?

Apakah kita diajurkan untuk membaca surat al-Jumuah ketika hari jumat?. Mengingat namanya yg sama. Apa ada keutamaannya? Trima ksih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,

Terdapat hadis yang menyatakan,

من قرأ سورة الجمعة أعطي من الأجر حسنات بعدد من أتى الجمعة ومن لم يأتها من أمصار المسلمين

Siapa yang membaca surat al-Jumuah, dia akan diberi pahala kebaikan sejumlah orang yang mendatangi jumatan dan sejumlah orang yang tidak jumatan di seluruh negeri kaum muslimin.

Status Hadis:

Hadis ini disebutkan oleh ats-Tsa'alibi dalam tafsirnya al-Kasyf wa al-Bayan dari jalur Abu Ishmah seorang pendusta tukang pemasu hadis. Karena itu al-Munawi menilai hadis ini sebagai hadis maudhu' (palsu). (al-Fath as-Samawi, no. 938).

Bahkan sebagian ulama menegaskan, tidak dijumpai adanya riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan keutaaan surat al-Jumu'ah.

Amal as-Sa'di dalam kitabnya as-Sahih wa as-Saqim min Fadhail al-Quran mengatakan,

لم يصح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في فضل سورة الجمعة شيء ، وقد وردت في فضلها روايات ضعيفة وموضوعة

Tidak terdapat satupun riwayat yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan surat al-Jumuah. Hanya terdapat riwayat-riwayat dhaif dan palsu yang menyebutkan keutamaannya. (as-Sahih wa as-Saqim min Fadhail al-Quran, hlm. 81)

Dibaca Ketika Shalat Jumat Saja

Demikian menurut riwayat yang shahih. Bagi imam shalat jumat, dianjurkan membaca surat al-Jumuah di rakaat pertama.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ وَالْمُنَافِقِينَ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengimami shalat jumat, beliau membaca surat al-Jumuah dan surat al-Munafiqun. (HR. Muslim 2068)

Dalam riwayat lain dari Ubaidillah bin Abi Rafi', mantan budak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menceritakan,

Marwan pernah menunjuk Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam di Madinah, kemudian beliau berangkat ke Mekah, lalu Abu Hurairah mengimami kami shalat jumat. Beliau membaca surat al-Jumuah di rakaat pertama, dan membaca surat al-Munafiqun di rakaat kedua.

Ketika aku ketemu Abu Hurairah, aku sampaikan kepada beliau,

Anda membaca surat yang pernah dibaca Ali bin Abi Thalib sewaktu di Kufah.

Kemudian Abu Hurairah mengatakan,

إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ بِهِمَا

Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dua surat itu. (HR. Turmudzi 521 dan dishahihkan al-Albani)

Kesimpulannya, tidak ada anjuran khusus untuk membaca surat al-Jumuah di hari jumat. Kecuali bagi imam shalat jumat, dianjurkan membaca surat al-Jumuah dipasangkan dengan surat al-Munafiqun di rakaat kedua.

Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Kamis, 11 Desember 2014

KonsultasiSyariah: Agar bebas dari Sifat Kemunafikan

KonsultasiSyariah: Agar bebas dari Sifat Kemunafikan


Agar bebas dari Sifat Kemunafikan

Posted: 10 Dec 2014 06:20 PM PST

40 Hari Rutin Jamaah, Bisa Terbebas dari Sifat Kemunafikan

Benarkah orang yang shalat jamaah selama 40 hari akan bebas dari kemunafikan? Sy pernah dengar hadis itu. Apa benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba’du,

Dinyatakan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

Siapa yang shalat jamaah selama 40 hari dengan mendapatkan takbiratul ihram maka dia dijamin bebas dari dua hal, terbebas dari neraka dan terbebas dari kemunafikan.

Status Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad 12583, Turmudzi 241, dan yang lainnya. Ulama berbeda pendapat tentang keabsahannya. Sebagian menhasankan dan sebagian menilainya dhaif. Dalam Fatawa Islam dinyatakan,

وهذا الحديث ضعفه أيضا جماعة من العلماء المتقدمين وأعلوه بالإرسال ، وحسنه بعض المتأخرين . انظر تلخيص الحبير 2/27

Hadis ini dinilai dhaif oleh bebrapa ulama masa silam dan mereka beralasan statusnya mursal. Dan dihasankan oleh sebagian ulama mutaakhirin. Simak Talkhis al-Habir, 2/27. (Fatawa Islam, no. 34605).

Kemudian, terdapat dalam riwayat lain dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسَاجِدَ، فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ}

Apabila kalian melihat ada orang yang terbiasa pulang pergi ke masjid, saksikanlah bahw adia orang mukmin. Allah berfirman,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah." (at-Taubah: 18). (HR. Ahmad 11725, Turmudzi 2617, Ibn Majah 802 dan dinilai dhaif oleh al-Albani).

Hadis yang berbicara masalah ini, statusnya memang bermasalah. Hanya saja, tingkatan dhaifnya ringan. Dan sebagian ulama membolehkan berdalil dengan hadis dhaif dalam masalah fadhilah amal, yang di sana tidak ada unsur hukum.

Dalam Fatawa Islam dinyatakan,

ولاشك أن الحرص على إدراك تكبيرة الإحرام كل هذه المدة دليل على قوة في دين الشخص .وما دام الحديث محتمل الصحة فيرجى لمن حرص على فعل ما فيه أن يكتب له هذا الفضل العظيم ، وأقل ما يحصِّله الإنسان من هذا الحرص تربية نفسه على المحافظة على هذه الشعيرة العظيمة .

Tidak diragukan bahwa semangat untuk mendapatkan takbiratul ihram, selama rentang masa ini  merupakan tanda betapa dia adalah orang yang kuat agama. Selama hadis tersebut ada kemungkinan shahih, maka diharapkan bagi orang yang semangat mengamalkannya, dia akan dicatat mendapatkan keutamaan yang besar itu. Minimal yang diperoleh seseorang dengan melakukan hal itu, dia bisa mendidik dirinya untuk menjaga syiar islam yang besar ini.

(Fatawa Islam, no. 34605).

Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial

Mengapa Terjadi Kedutan Mata?

Posted: 10 Dec 2014 12:01 AM PST

Penyebab Kedutan Mata

Assalamualaikum..
Ykh dokter.. Mata saya sudah satu minggu ini mengalami kedutan di bawah kelopak mata sebelah kanan. Berawal kedutan setelah saya potong rambut di mana setelah cukur rambut ada bonus pijat dari kepala dan sampai muka. kedutan ini lama kelamaan membuat pipi sebelah kanan saya terasa perih (terasa sakit kepala sebelah kanan) dan dari hidung keluar ingus yg disebelah kanan saja. Mohon solusinya dari dokter. Wassalam.

Jawaban:

Kedutan atau blepharospasme (dalam istilah medisnya) sebenarnya adalah kontraksi otot yang tidak terkontrol atau tidak teratur sehingga menyebabkan terjadi kontraksi tidak beraturan juga di sekitar mata. Inilah yang dirasakan orang sebagai kedutan. Kedutan ini berlangsung sebentar saja, hanya beberapa detik atau menit. Datang sesekali atau beberapa kali secara beruntun. Bisa terjadi dalam sehari saja atau dalam beberapa hari.

Kedutan ini secara langsung tidak berbahaya atau bukanlan sejenis penyakit yang membahayakan. Sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Kedutan juga tidak mempengaruhi penglihatan atau bisa membuat kualitas penglihatan menurun. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan tidak hanya pada usia tertentu saja.

Hanya saja kedutan bisa dianggap berbahaya jika terjadi sangat sering dan terus-menerus tanpa terkontrol karena dimungkinkan ada gangguan saraf yang serius yang dikhawatirkan gangguan tersebut menetap dan tidak bisa diobati lagi jika terlalu lama dibiarkan.
Apa yang tejadi pada Anda bukan karena pemijatan ketika selesai memotong rambut. Karena kedutan secara medis memiliki beberapa penyebab, antara lain:

  • Mata terlalu tegang, misalnya terlalu lama di depan komputer atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi mata yang lebih dan lama.
  • Stress bisa menyebabkan kepala dan otot sekitar mata menjadi tegang sehingga mata kelelahan.
  • Kurang tidur dan kelelahan. Mata juga butuh istirahat, jelas bahwa kurang tidur membuat mata kekurangan waktu untuk beristirahat.
  • Iritasi dan gannguan pada mata. Mata kering dan alergi bisa membuat mata menjadi kedutan.
  • Minum Kafein dan alkohol berlebihan bisa menyebabkan aliran darah meningkat berlebih pada mata.
  • Gangguan saraf  yaitu gangguan saraf motorik ke-7 yang mempersaraf mata.

Kami sarankan anda, coba menghindari penyebab dan banyak istirahat. Jika masih berlanjut anda bisa berkonsultasi ke dokter saraf.

*Catatan penting terkait kedutan bahwa dalam agama Islam tidak boleh mengkaitkan kedutan mata dengan kejadian-kejadian tertentu atau akan terjadi ini dan itu. Karena itu tidak ada kaitan sama sekali. Ini bertentangan dengan aqidah kita dan bisa menjerumuskan seseorang dalam dosa kesyirikan yang merupakan larangan terbesar dalam Islam.

Dijawab oleh dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial